Monday, 16 November 2015

KONSEP LAPORAN ILMIAH

Nama             :   Dinda Anugrah Mutiara
Kelas              :   3EB25
NPM               :   22213547



KONSEP MENULIS LAPORAN ILMIAH
Karya tulis mempunyai banyak ragam tergantung dari tujuan, manfaat, sumber penulisan, dan aspek-aspek lainnya. Karya tulis ilmiah dapat didefinisikan sebagai laporan tertulis tentang (hasil) suatu kegiatan ilmiah. Definisi yang lebih kompleks dapat dikemukakan bahwa pengertian karya tulis ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu masalah berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data yang didapat dari suatu penelitian, baik penelitian lapangan, tes laboratorium, ataupun kajian pustaka yang didasarkan pada pemikiran atau metode ilmiah yang logis dan empiris.

Jenis – Jenis Karya Tulis Ilmiah
Ada berbagai macam cara penggolongan jenis karya tulis ilmiah yang didasarkan pada :
– Cara penulisan, yaitu ada karya tulis ilmiah murni yang biasanya ditujukan untuk konsumsi kalangan cendekiawan atau profesi dan karya tulia ilmiah yang ditujukan untuk masyarakat umum dengan tujuan membangkitkan motivasi terhadap suatu pemecahan masalah.
– Sumber Utama yang digunakan dalam penulisan, yaitu berupa :
– Laporan Kasus, yaitu laporan tentang suatu hasil pengamatan/tindakan pemecahan masalah yang belum banyak diketahui orang.
– Laporan Penelitian yaitu suatu laporan tentang penelitian yang telah diselesaikan oleh penulis dimana masalah penelitiannya diambil dari sekelompok anggota masyarakat dan dilakukan berdasarkan metodologi yang rinci dan terarah.
– Studi Kepustakaan merupakan penalaahan gagasandari berbagai ahli tentang suatu masalah untuk dibandingkan kemudian disimpulkan menurut pandangan penulis.

1.     Berdasarkan bentuk karangannya, diantaranya yaitu :
– Makalah, merupakan segala bentuk karya tulis baik berupa pembahasan ataupun hasil karangan tentang suatu pokok bahasan.
–   Skripsi, yaitu suatu karya tulis singkat yang didasari oleh penelitian berupa bahan – bahan bacaan atau observasi lapangan.
–  Tesis merupakan karya tulis singkat yang didasari oleh penelitian berupa bahan – bahan bacaan atau observasi lapangan secara lebih mendalam dan merupakan laporan penelitian yang dilakukan secara seksama berdasarkan metodologi penelitian yang biasanya merupakan karya tulis akhir Program Strata Dua/ Magister atau Program Spesialis Satu.
– Disertasi merupakan istilah yang digunakan untuk karya tulis ilmiah yang dibuat dalam mencapai gelar di sebuah Universitas yaitu Program Strata Tiga/ Doktor (Haryanto, AG. 2000).

Manfaat Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Menurut Sikumbang dalam Haryanto, AG (2000) ada 6 manfaat dari penulisan karya tulis ilmiah, yaitu sebagai berikut :
(a)      Melatih mengembangan ketrampilan membaca efektif.
(b)      Melatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai literatur, mengambil sarinya dan mengembangkannya ke tingkat pemikiran yang lebih matang.
(c)      Memperkenalkan penulis pada kegiatan kepustakaan.
(d)     Meningkatkan ketrampilan dalam mengorganisasi dan menyajikan fakta secara jelas dan sistematis.
(e)      Memperoleh kepuasan intelektual.
(f)      Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan (Zaenal Arifin, E, 2008).

Tahap – Tahap Penyusunan Karya Tulis Ilmiah
Pada dasarnya dalam penyusunan karya tulis ilmiah terdapat 5 tahap, yaitu Persiapan, Pengumpulan data, Pengorganisasian dan pengonsepan, pemeriksaan/ penyuntingan konsep dan  penyajian.
1.     Tahap persiapan, meliputi pemilihan topik/ masalah, penentuan judul dan pembuatan kerangka karangan.
2.     Tahap pengumpulan data, meliputi pencarian keterangan dari berbagai literatur, pengumpulan keterangan/data dari pihak – pihak yang dianggap mengetahui masalah yang akan diteliti dan yang terakhir yaitu melakukan percobaan atau pengujian di lapangan atau laboratorium.
3.     Tahap pengorganisasian dan pengonsepan ini meliputi pengelompokan data yaitu menelaah bagian – bagian yang harus didahulukan kemudian lakukan pengonsepan berdasarkan data tersebut.
4.     Pemeriksaan/ penyuntingan konsep, yang termasuk dalam tahap ini adalah pengecekan dan membaca kembali naskah seta penyaringan kekurangan yang ada.
5.     Penyajian, yang termasuk dalam tahap ini adalah pengetikan hasil penelitian (Zaenal Arifin, E, 2008)

Hambatan dalam Penyusunan Karya Tulis Ilmiah
Menurut Danim (2003), salah satu kendala yang dapat disebut sebagai kendala utama penyelesaian akhir program, adalah kesukaran penulisan karya tulis akhir dan hal ini sering kali menjadi salah satu faktor penghambat. Beberapa hambatan dalam kesalahan umum yang sering terjadi dikalangan mahasiswa dalam proses perkuliahan karya tulis akhir adalah sebagai berikut :
–            Kesalahan dalam perumusan studi penelitian
–            Kesalahan dalam penelusuran pustaka
–            Kesalahan dalam proses pengumpulan data penelitian
–            Kesalahan dalam penggunaan instrument pengukuran standart
–            Kesalahan dalam penerapan alat-alat statistik
–            Kesalahan dalam menyusun rancangan penelitian dan metodologi
–            Kesalahan dalam teknik pengumpulan data
–            Kesalahan dalam aplikasi metode penelitian.

Daftar Pustaka


SKRIPSI, TESIS, DISERTASI



Nama             :   Dinda Anugrah Mutiara
Kelas              :   3EB25
NPM               :   22213547


Skripsi
Skripsi merupakan karya tulis ilmiah atau karangan ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan dari pendapat orang lain. selain itu skripsi dibuat bertujuan untuk mendapatkan gelar sarjana (S1) bagi para mahasiswa yang ingin mendapatkan gelar sarjana.
Skripsi dapat dibagi menjadi 2 yaitu:
- Langsung ( observasi Lapangan)
- Tidak Langsung ( studi Kepustakaan


Tesis
Tesis merupakan karya ilmiah yang mengungkapkan pengetahuan baru dengan melakukan pengujian tehadap suatu hipotesa. jadi misal ada suatu hipotesa atau atau sesuatu yang masih praduga atau butuh diuji kebenarannya maka dilakukanlah pengujian terhadap praduga tersebut. tesis sifatnya lebih mendalam daripada skripsi. tesis ditulis untuk meraih gelar magister (S2).


Disertasi
Merupakan karya tulis ilmiah yang mengemukakan teori baru yang dapat dibuktikan berdasarkan fakta secara empiris dan objektif. Disertasi ini ditulis untuk meraih gelar doktor (S3).


Perbedaan Skripsi, Tesis, Disertasi
Perbedaan dari ketiga jenis karya ilmiah itu  secara umum adalah perbedaan dalam mendapatkan gelar. pada skripsi gelar yang akan di dapat adalah sarjana (S1), pada tesis gelar yang dapat diperoleh adalah magister (S2), dan pada disertasi gelar yang didapat adalah doktor (S3) selain perbedaan gelar yang didapat ketiga karya ilmiah tersebut memilik perbedaan lainnya.disertasi bobot akademisnya lebih besar daripada tesis, dan tesis bobot akademisnya lebih besar dari skripsi. selain itu permasalahan yang dibahas dalam ketiga karya ilmiah itu berbeda. pada disertasi permasalahan yang dibahas lebih luas dan mendalam daripada kedua karya ilmiah lainnya karena hasil dari disertasi merupakan teori baru atau sesuatu yang baru dan asli diciptakan. pada tesis permasalahan yang dibahas lebih mendalam daripada skripsi.


Daftar Pustaka

Monday, 2 November 2015

PENGERTIAN PENYUSUNAN SINTESIS

Nama             :   Dinda Anugrah Mutiara
Kelas              :   3EB25
NPM               :   22213547

Sintesis diartikan sebagai komposisi atau kombinasi bagian-bagian atau elemen-elemen yang membentuk satu kesatuan. Selain itu, sintesis juga diartikan sebagai kombinasi konsep yang berlainan menjadi satu secara koheren, dan penalaran induktif atau kombinasi dialektika dari tesis dan antitesis untuk memperoleh kebenaran yang lebih tinggi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003) sintesis diartikan sebagai “paduan berbagai pengertian atau hal sehingga merupakan kesatuan yang selaras atau penentuan hukum yang umum berdasarkan hukum yang khusus.”
Pengertian ini sejalan dengan pendapat Kattsoff (1986) yang menyatakan bahwa maksud sintesis yang utama adalah mengumpulkan semua pengetahuan yang dapat diperoleh untuk menyusun suatu pandangan dunia. Dalam perspektif lain “sintesis” merupakan kemampuan seseorang dalam mengaitkan dan menyatakan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh. Kata kerja operasional yang dapat digunakan adalah mengategorikan, mengombinasikan, menyusun, mengarang, menciptakan, mendesain, menjelaskan, mengubah, mengorganisasi, merencanakan, menyusun kembali, menghubungkan, merevisi, menyimpulkan, menceritakan, menuliskan, mengatur.. Metode Sintesis Melakukan penggabungan semua pengetahuan yang diperoleh untuk menyusun satu pandangan dunia.

Cara Membuat Sintesis Tulisan
                Sejumlah syarat yang harus diperhatikan oleh penulis dalam membuat sintesis, diantaranya :
1.       Penulis harus bersikap objektif dan kritis atas teks yang digunakannya.
2.       Bersikap kritis atas sumber yang dibacanya.
3.       Sudut pandang penulis harus tajam.
4.       Penulis harus dapat mencari kaitan antara satu sumber dengan sumber lainnya, dan
5.       Penulis harus menekankan pada bagian sumber yang diperlukannya.

Daftar Pustaka

ISI KARANGAN

Nama             :   Dinda Anugrah Mutiara
Kelas              :   3EB25
NPM               :   22213547

PENGERTIAN KERANGKA KARANGAN
Kerangka karangan adalah rencana teratur tentang pembagian dan penyusunan gagasan. Kerangka karangan yang belum final disebut outline sementara sedangkan kerangka karangan yang sudah tersusun rapid an lengkap disebut outline final.
Sebelum membuat kerangka karangan perlu kita susun selangkah agar tujuan awal kita dalam menulis tidak hilang atau melebar di tengah jalan. Karangka karangan menguraikan tiap topik atau masalah menjadi beberapa bahasan yang lebih fokus dan terukur. Kerangka belum tentu sama dengan daftar isi,atau uraian per bab. Kerangka ini merupakan catatan kecil yang sewaktu-waktu dapat berubah dengan tujuan untuk mencapai tahap yang sempurna.
ISI KARANGAN
Bagian isi ialah bagian inti dalam karya ilmiah yang meliputi bab pendahuluan, bab landasan teoretis, bab objek lokasi penelitian (khusus praktik kerja), bab pembahasan (analisis data), dan bab penutup. Dengan kata lain, bagian isi merupakan penelitian si penulis.
Bab pendahuluan memuat penjelasan atau pengantar tentang isi karangan ilmiah.  Kemudian juga memuat landasan kerja dan arahan dalam penyusunan karangan ilmiah.
Pada bagian ini, diuraikan:
(a) masalah yang akan diteliti
(b) contoh masalah
(c) penjelasan tentang dipilihnya masalah ini bagi penulis atau pun bagi orang lain
(d) argumentasi yang logis antara data (realitas) dan teori (harapan).
Identifikasi masalah merupakan garis besar yang akan diteliti atau diuraikan. Identifikasi masalah ini disajikan dalam bentuk pertanyaan. Akan tetapi, pembatasan masalah merupakan bagian yang menyempitkan atau  membatasi pokok permasalahan sehingga kajian tidak terlalu luas dan abstrak.
Tujuan penelitian merupakan sasaran yang akan dicapai atau dihasilkan dalam penelitian ini(harus sejalan dengan identif ikasi masalah), sedangkan kegunaan penelitian merupakan penegasan tentang manfaat yang akan dicapai baik secara teoretis maupun secara praktis. Kerangka teori berisikan prinsip-prinsip teori (dari para ahli) yang dijadikan dasar untuk menganalisis data.
Penelitian ilmiah harus menerapkan metode dan teknik penelitian. Metode penelitian ialah seperangkat alat yang tersusun secara sistematis dan logis, sedangkan teknik penelitian ialah tata cara melakukan setiap langkah-langkah metode penelitian.
Lokasi penelitian ialah tempat penelitian dilaksanakan. Lamanya penelitian dapat dilakukan dengan membuat rencana atau jadwal kegiatan penelitian.
Penelitian ilmiah harus menyajikan sekaligus memaparkan sumber data. Sumber data ini merupakan bahan yang diteliti. Jika penelitian ini berasal dari buku, misalnya, novel, majalah, surat kabar, tabloid, identitas sumber data tersebut harus dicantumkan. Jika sumber data itu banyak dan beragam, dapat digunakan sampel dan populasi.

Daftar Pustaka


Sunday, 18 October 2015

CIRI-CIRI KARANGAN ILMIAH

Nama             :   Dinda Anugrah Mutiara
Kelas              :   3EB25
NPM               :   22213547

PENGERTIAN
Karya ilmiah adalah  karangan yang disusun secara sistematis dan bersifat ilmiah.Menurut Zainal Arifin karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodelogi penulisan yang baik dan bemar.Karangan ilmiah harus ditulis secara jujur dan akuran berdasarkankebenaran tanpa mengingat akibatnya.Kebenaran dalam sebuah karya ilmiah bukan merupakan normatif, melainkan kebenaran objektif, positif sesuai dengan fakta dan data di lapangan.

CIRI-CIRI KARYA ILMIAH
Sebuah karya ilmiah dapat dikenal dari sebuah ciri-ciri berikut:
a.    Menyajikan fakta objektif secara sistematis

b.    Pernyataan cermat, tepat, tulus, dan benar, serta tidak memuat terkaan

c.    Penulisnya tidak mengejar kuntungan pribadi

d.    Penyusunannya dilaksanakan secara sistematis, konseptual dan procedural

e.    Tidak memuat pandangan-pandangan tanpa dukungan fakta

f.    Tidak emotif menonjolkan perasaan

g.    Tidak bersifat argumentatif, tetapi kesimpulannya terbentuk atas dasar fakta



DAFTAR PUSTAKA


ANALOGI

Nama             :   Dinda Anugrah Mutiara
Kelas              :   3EB25
NPM               :   22213547

PENGERTIAN ANALOGI

Analogi atau kadang-kadang disebut juga analogi induktif adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari dua peristiwa khusus yang mirip satu sama lain, kemudian menyimpulkan bahwa apa yang berlaku untuk suatu hak akan berlaku pula untuk hal yang lain. Sebab itu sering timbul salah pengertian antara analogi induktif atau analogi logis sebagai yang dikemukakan di atas analogi deklaratif atau analogi penjelas yang termasuk dalam soal perbandingan. Analogi dilakukan karena sesuatu yang dibandingkan dengan pembandingnya memiliki kesmaan fungsi atau peran. Melalui analogi, seseorang dapat menerangkan sesuatu yang abstrak atau rumit secara konkrit dan lebih mudah dicerna.

Analogi yang dimaksud disini adalah analogi induktif atau analogi logis. Analogi induktif (kias) adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari dua peristiwa atau gejala khusus yang satu sama lain memiliki kesamaan untuk menarik ebuah kesimpulan. Karena titik tolak penalaran ini adalah sebuah kesamaan karakteristik diantara dua hal, maka kesimpulannya akan menyiratkan  “apa yang berlaku pada suatu hal akan berlaku pula untuk hal lainnya” dengan demikian dasar kesimpulan yang digunakan merupakan ciri pokok atau esensi yang berhubungan erat dari dua hal yang danalogikan.

Analogi induktif atau analogi logis sebagai suatu proses penalaran bertolak dari suatu kesamaan actual antara dua hal. Berdasarkan kesamaan aktual itu, penulis dapat menurunkan suatu kesimpulan bahwa karena kedua hal itu mengandung kemiripan dalam hal-hal yang penting, maka mereka akan sama pula dalam aspek-aspek yang kurang penting.

Sebagai ilustrasi mengenai analogi ini perhatikan contoh berikut.
Clara adalah tamatan Fakultas Ekonomi Universitas London. Ia telah memberikan prestasi yang luar biasa pada perusahaan Camroll, tempat ia bekerja. Ia telah mengajukan banyak usul mengenai cara pemecahan atas kesulitan-kesulitan yang dihadapi perusahaannya. Pada waktu penerimaan pegawai-pegawai baru, Direktur Perusahaan langsung menerima Rohmi, karena Rohmi adalah seorang alumnus Fakultas Ekonomi Universitas London, seperti halnya Clara. Semua pelamar-pelamar lain diabaikan begitu saja. Menurut logika direktur, karena Rohmi tamatan Fakultas ekonomi Universitas London, maka pasti ia memiliki juga kecerdasan dan kualitas yang sama atau sekurang-kurangnya sama dengan Clara.

Dalam hal ini ia tidak mengambil keputusan karena data-data yang mengungkapkan siapa itu Rohmi, tetapi ia melihat bahwa Rohmi berasal dari Fakultas Ekonomi Universitas London seperti halnya dengan Clara yang telah dikenalnya. Bahwa Universitas atau sekurang-kurangnya Fakultas yang dibina oleh tenaga-tenaga dosen yang ahli dan berwibawa dalam masalah ekonomi. Bahwa Fakultas Ekonomi itu juga mempunyai disiplin yang tinggi. Bahwa para alumninya juga terkenal dimana-mana. Dan hal itu telah membuktikan  dengan prestasi yang diperlihatkan Clara. Pasti Rohmi juga akan memberikan prestasi yang sama.

Analogi sebagai suatu proses penalaran untuk menurunkan suatu kesimpulan berdasarkan kesamaan aktual antara dua hal itu dapat diperinci lagi untuk tujuan-tujuan berikut:

1)      Untuk meramalkan kesamaan. Bila dewasa ini kita sering berbicara mengenai ekologi dan ekosistem, satuan lingkungan hidup antara unsure-unsur tumbuha-hewan-manusia, dan berusaha menjaga keharmonisan ekologi tersebut, maka dapat juga dikemukakan bahwa perpindahan manusia ke suatu lingkungan baru dapat merusak ekologi tersebut, bukan hanya karena terjadi penebangan hutan dan sebagainya, tetapi juga hubungan dengan penduduk yang sudah ada dapat mengganggu ekuilibrium yang ada. Barangkali kita dapat menolak pendapat itu dengan mengatakan bahwa manusia bukan tumbuh-tumbuhan dan binatang, karena manusia dapat menyesuaikan diri dengan manusia lainnya. Tetapi kebenaran mengenai kesimpulan di atas toh tidak dapat disangkal begitu saja. Maka untuk itulahmanusia-manusia yang hendak memasuki lingkungan yang baru itu harus mempelajari situasi dan adat kebiasaan penduduk setempat untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.

2)      Untuk menyingkapkan kekeliruan. Pada suatu waktu orang-orang takut berpergian dengan pesawat terbang, karena banyak kali terjadi kecelakaan dengan pesawat terbang yang tidak sedikit banyak meminta korban. Bila demikian sebaiknya orang-orang jangan tidur ditempat tidur, karena hampir semua manusia yang meninggal normal, menemui ajalnya di tempat tidur. Kedua pikiran ini sama-sama kaburnya, sehingga perlu ditolak.

3)      Untuk menyusun sebuah klasifikasi. Bila kita mengetahui mengenai suatu penyakit dengan gejala-gejala tertentu dan belum tahu yang sebenarnya mengenai nama penyakitnya, sekurang-krangnya dengan memperhatikan gejala gejala yang timbul, penyakit itu dapat diklasifikasikan dalam kelas-kelass penyakit tertentu. Dan klasifikasi sangat diperlukan dan selalu dapat diberikan sebelum proses induksi atau deduksi.

Seperti halnya dengan generalisasi yang tumpang tindih dengan hipotese, maka analogi ini juag dapat tumpang tindih dengan hipotese. Tidak ada garis yang tegas membedakan satu dari yang lainnya. Analogi induktif untuk meramalkan kesamaan bisa juga merupakan hipotese, dan untuk menyusun klasifikasi jelas ia dapat juga dimasukkan dalam klasifikasi.

Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada. Contohnya pada kata dewa-dewi, putra-putri, pemuda-pemudi, dan karyawan-karyawati.
Contoh Analogi :

Kita banyak tertarik dengan planet mars, karena banyak persamaannya dengan bumi kita. Mars dan Bumi menjadi anggota tata surya yang sama. Mars mempunyai atsmosfir seperti bumi. Temperaturnya hampir sama dengan bumi. Unsur air dan oksigennya juga ada. Caranya mengelilingi matahari menyebabkan pula timbulanya musim seperti bumi. Jika bumi ada mahluk. Tidaklah mungkin ada mahluk hidup diplanet Mars.
Dr. Maria C. Diamind tertarik untuk meneliti pengaruh pil kontrasepsi terhadap pertumbuhan cerebal cortex yang sangat rendah dibandingkan dengan tikus-tikus lain yang tidak diinjeksi. Berdasarkan studi tiu, Dr. Diamond seorang profesor antomi dari University of California menyimpulkan bahwa pil kontrasepsi dapat menghambat perkembangan otak penggunanya. Dari contoh diatas, Dr. Diamond menganalogikan anatomi tikus dengan manusia. Jadi, apa yang terjadi pada tikus akan terjadi pula pada manusia.


DAFTAR PUSTAKA



Friday, 12 June 2015

Manfaat Tari Zumba



Zumba adalah trend latihan kebugaran yang telah melanda dunia saat ini. Zumba diciptakan oleh penari Columbian, Beto Perez. Hal ini diyakini bahwa hampir 14 juta orang di seluruh dunia berpartisipasi dalam fenomena tari ini setiap minggunya. Zumba melibatkan beberapa aspek populer, tarian Amerika Selatan dengan sentuhan hip hop dan seni bela diri. Selain menurunkan berat badan, ada banyak manfaat zumba bagi mereka yang secara teratur berpartisipasi dalam satu jam latihan Zumba yang menyenangkan.
Zumba sangat ideal bagi mereka yang menemukan latihan dampak tinggi yang menantang. Pergerakan dilakukan secara ritmis dan tidak melibatkan gerakan plyometric atau melompat. Sementara latihan dampak tinggi yang bermanfaat, tidak selalu praktis. Ada banyak pemula yang putus asa berpartisipasi dalam latihan dampak tinggi dalam upaya mereka untuk menurunkan berat badan. Banyak dari individu tidak layak, memiliki ketidakseimbangan otot atau tidak benar ketika melaksanakan gerakan-gerakannya. Akibatnya, mereka sering berhenti karena ketidakmampuan mereka.
Zumba menyediakan suasana yang menyenangkan dengan musik yang membuat semangat. Intensitas yang lebih rendah diimbangi dengan gerakan konstan yang menggabungkan hampir setiap otot dalam tubuh. Gerakan jongkok memperkuat kaki dan pinggul. Gerakan lengan mengembangkan bahu didefinisikan dengan baik, bisep dan trisep. Peserta latihan juga akan memperkuat otot perut dan otot inti lainnya dengan kombinasi tak berujung gerakan rotasi trunk.
Pelatihan Zumba signifikan mengurangi kemungkinan kejenuhan akibat pelatihan yang monoton. Tubuh manusia adalah ibarat mesin yang luar biasa, yang cepat beradaptasi dengan lingkungannya. Ketika adaptasi ini terjadi, tubuh harus disajikan dengan tambahan stimulus alternatif untuk memastikan hasil lanjutan. Kebanyakan orang awam tidak memiliki keahlian merancang program kebugaran untuk memastikan kemajuan yang maksimal. Karena Zumba adalah sangat bervariasi, itu hampir menjamin hasil yang maksimal untuk peserta berkomitmen. Tidak ada dua sesi pelatihan yang benar-benar identik. Ini juga membuat latihan yang menarik dan menyenangkan bagi setiap peserta.
Gerakan olahraga juga meniru langkah alami dan normal tubuh. Gerakan stabil secara signifikan mengurangi kemungkinan cedera dan menghapus tekanan untuk “menjaga” dengan kelas atau instruktur. Tentu gerakan mondar-mandir juga memungkinkan siswa untuk menyesuaikan atau mengimbangi terbatasnya rentang gerak dan keterampilan. Selain itu, gerakan ini memungkinkan peserta pemula untuk memproses dan mempelajari teknik-teknik dalam lingkungan yang ramah latihan. Pergerakannya juga memanfaatkan tarian waktu lalu dan dinikmati di semua budaya.
Lingkungan Zumba sangat bermanfaat bagi peserta pemula. Ini adalah suasana yang besar untuk membentuk hubungan dan akuntabilitas dengan orang-orang pemikiran serupa. Karena Zumba menyenangkan, peserta menikmati latihan intens dengan senyum. Ini adalah kebalikan dari pelatihan full throttle yang mendefinisikan booting kebugaran camp. Hal ini dinikmati oleh semua. Kebanyakan orang berhenti program latihan dalam 3 bulan pertama. Zumba sangat meningkatkan kepatuhan jangka panjang antara pemula.
Tingkat intensitas memanfaatkan kombinasi sistem energi lemak dan glukosa. Keran intensitas yang lebih rendah ke pusat lemak sebagai intensitas yang lebih tinggi menggunakan glukosa atau gula. Seperti gula habis dalam otot, konsumsi kalori baru harus menggantikan tempat-tempat ini sebelum ada sesuatu yang disimpan sebagai lemak. Juga, tingkat intensitas yang lebih tinggi menjamin metabolisme yang lebih tinggi selama berjam-jam setelah pelatihan dan lebih banyak kalori yang dikonsumsi saat istirahat. Hal ini secara permanen dapat meningkatkan metabolisme otot sebagai kualitas ditambahkan dan lemak berkurang. Manfaat Zumba lebih lengkap karena menggabungkan manfaat dari kedua sistem energi.